Pengamanan Produksi Pangan Tahun 2026, BRMP Riau Hadiri Rakor Antisipasi Musim Kemarau
Rakor antispasi musim kemarau yang diselenggarakan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau pada Selasa, 12 Mei 2026. Rakor dihadiri oleh Direktur Wilayah/Kepala BRMP Riau, PJ Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Riau, BMKG Prov Riau, Dinas PUPR, Kanwil BPN, Pertamina, BPBD dan Damkar, BWS Sumatera III serta seluruh Dinas Pertanian lingkup Provinsi Riau.
Kadis PTPH Prov Riau, dalam sambutannya menyampaikan tentang kondisi ketahanan dan kemandirian pangan Provinsi Riau yang saat ini baru mampu menghasilkan 23% beras dari total konsumsi masyarakat Riau per tahunnya. Tantangan dan isu strategis yang dihadapi saat ini adalah meningkatnya populasi dan perubahan iklim. Diproyeksikan produksi padi pada semester I tahun 2026 akan mengalami penurunan sebesar 6,63 % setara dengan 9.208 ton GKG dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengamanan produksi pangan Riau 2026 antara lain penanggulangan kekeringan pada lahan sawah, percepatan usulan CP/CL Banper APBN 2026, kuota dan mekanisme pembelian BBM untuk alsintan dan updating LBS 2026.
Direktur Wilayah/ Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si, M.Si menyampaikan bahwa untuk mengantisipasi musim kemarau dan mengoptimalkan pemanfaatan air perlu dilakukan percepatan tanam dengan secara langsung melakukan tanam setelah selesai panen musim I. Selain itu perlu juga penumbuhan kelompok tani / desa mandiri benih untuk mengurangi ketergantungan pada benih bantuan pemerintah. Terkait percepatan usulan CP/CL Banper APBN 2026, BRMP Riau selaku verifikator usulan CP/CL sebelum dikirim ke eselon I Kementerian Pertanian, akan memverifikasi setiap usulan yang masuk dan menginformasikan ke pengusul mengenai tindak lanjut usulan tersebut.